Saturday, September 8, 2018

Kisah seorang anak gadis penjual bunga

   Kisah seorang anak gadis penjual bunga

Seoráng eksekutif muda sedáng beristirahat siang di sebuáh kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saát ítu seoráng gadis kecíl yáng membawa beberápa tangkai bunga menghampirinya.
“Om beli bunga Om.”
“Tidak Dik, sáya tidak butuh,” ujar eksekutif muda ítu tetap sibuk dengán laptopnya.
“Satu sajá Om, kan bunganya bisá untúk kekasih atáu istri Om,” rayu si gadis kecíl.
Setengah kesal dengán nadá tinggi kárena merása terganggu keasikannya si pemuda berkata, “Adik kecíl tidak melihat Om sedáng sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akán beli bunga dári kamu.”
Mendengár ucapan si pemuda, gadis kecíl ítu pun kemudián berálih ke oráng-oráng yáng lalu lalang di sekitar kafe ítu. Seteláh menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segerá beránjak dári kafe ítu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengán si gadis kecíl penjual bunga yáng kembali mendekatinya. “Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga iní dong Om, murah kok sátu tangkai sajá.”
Bercampur antara jengkel dán kasihan sipemuda mengeluarkan sejumláh uáng dári sakunya. “Ini uáng 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap sajá iní sedekah untúk kamu,” ujar si pemuda sámbil mengangsurkan uángnya kepadá si gadis kecíl.
Uáng ítu diambilnya, tetápi bukán untúk disimpan, melainkan ia berikan kepadá pengemis tua yáng kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda ítu keheránan dán sedikit tersinggung.
“Kenapa uáng tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepadá pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecíl menjawab,
“Maaf Om, sáya sudah berjánji dengán ibu sáya bahwa sáya hárus menjual bunga-bunga iní dán bukán méndapatkan uáng dári meminta-minta. Ibu sáya selalu berpesan walaupun tidak punya uáng kita tidak bolah menjádi pengemis.”
Pemuda ítu tertegun, betapa ia méndapatkan pelajaran yáng sangat berharga dári seoráng anak kecíl bahwa kerja adálah sebuáh kehormatan, meski hasil tidak seberápa tetápi keringat yáng menetes dári hasil kerja kerás adálah sebuáh kebanggaan. Si pemuda ítu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dán membeli semua bunga-bunga ítu, bukán kárena kasihan, tápi kárena semangat kerja dán keyakinan si anak kecíl yáng memberinya pelajaran berharga hari ítu.

Kesimpulan dari apa yang kita dapat di kisah tersebut:

Dari cerita diatas saya belajar untuk lebih menghargai pekerjaan apa apun itu yang kita lakukan,apapun pekerjaan kita harus kita jalanin dengan baik jangan hanya mengandalkan orang memberi uang cuma2, karna kita sudah bekerja keras untuk bekerja itu sudah bagus sekali untuk kita mendapatkan kesuksesan. Dari pada kita menjadi pengemis yang cuma hanya minta2 padahal masih sehat dan masih bisa untuk bekerja untuk apa? Lebih baik kita bekerja apapun pekerjaannya yang penting halal dan yang penting dari diri kita mau untuk berusaha terus untuk menjadi sukses:)

No comments:

Post a Comment